Tentang Arif / Monokrom

November 04, 2017,0 Comments

Halo senang berkenalan dengan kalian, saya Muhammad Arif

Selamat datang di laman blog saya yang satu ini, senang sekali rasanya bisa menyambut kalian yang dengan senang hati mau berkunjung ke blog saya yang sangat sederhana serta simple ini yaitu arif / monokrom.
Sebelumnya saya memiliki laman blog (www.reviewapaaja.com) yang membahas mengenai ulasan-ulasan produk yang selama dua tahun ini saya kelola dengan senang hati, namun saya merasa makin hari esensi dari blog tersebut sudah melenceng jauh dari rencana awal.
Maka dari itu saya meluncurkan laman blog ini yang membuat saya bisa menuangkan opini, pikiran, serta rewrite rilis-rilis yang saya dapat dari rekan-rekan serta brand-brand ternama untuk diterbitkan sebagai artikel tanpa merusak esensi blog review saya, selain itu di blog ini saya juga melatih kemampuan saya dalam menulis dan membuat konten.
Oh ya apabila ada yang berkenan serta membutuhkan jasa saya sebagai reviewer, sponsored post, buzzer, atau apapun itu bolehlah berkenan mengontak saya, dan saya akan berusaha mengerjakannya dengan sebaik mungkin serta sepenuh hati.
Sekali lagi terima kasih sudah mau berkunjung blog saya ini arif / monokrom, semoga hubungan kita tidak hanya sebatas penulis dan pembaca, tapi bisa menjadi sahabat hingga rekan kerja yang tak terpisahkan melalui http://www.arifmonokrom.web.id/.

Silahkan hubungi saya melalui :
Email : outbreakarief@gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/outbreak.arief
Instagram : https://www.instagram.com/arifmonokrom/
Twitter : https://twitter.com/Arif_Muhammd


Hidup hanya tentang dua warna hitam dan putih saja, putih menghasilkan warna-warna lain, sedangkan hitam menghapusnya, begitulah hidup berjalan.

0 komentar:

Silahkan berkomentar dengan bijak dan dilarang keras untuk mencaci maki, karena apa? disini kita mencari teman bukan mencari lawan maupun musuh.
Jangan lupa gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan, karena rasa bahasa kita tak sama jangan sampai menimbulkan perbedaan makna persepsi.