Cerita

Forest Talk with Blogger di Pontianak, Pentingnya Menjaga dan Melestarikan Hutan

Mei 04, 2019,0 Comments

Berbicara mengenai hutan rasanya tak lepas dengan pemahaman bahwa hutan merupakan kawasan yang ditumbuhi dengan sangat lebat oleh pepohonan dan aneka flora lainnya, di Indonesia sendiri kawasan yang memiliki hutan sangat lebat berada di Pulau Kalimantan, Sumatera, dan Papua, manfaat dari hutan sendiri sangat banyak sebut saja sebagai rumah dari hewan-hewan, melindungi tanah dari erosi, mampu menyerap karbondioksida, dan merupakan aspek yang sangat penting bagi keberlangsungan biosfer bumi.

Hutan adalah paru-paru dunia

Di Indonesia sendiri Hutan merupakan hal yang sangat penting, serta diatur dan dijaga dalam undang-undang yang berlaku di negeri ini, sebab dengan luasnya hutan yang terdapat di Indonesia sering terjadi pembalakan liar atau nama kerennya ada illegal logging, dengan maraknya illegal logging bahkan diklaim mampu menganggu kelestarian hutan Indonesia yang disebut sebagai paru-paru dunia ini.


Sebagai salah satu penghuni pulau Kalimantan tepatnya di Kalimantan Barat yang bisa dibilang sebagai paru-paru Indonesia ini, merasa sangat prihatin pasalnya setiap tahun di Kalbar ini sering terjadi deforestasi dan konversi hutan yang tak terkendali sehingga menyebabkan berbagai macam bencana, mulai dari kebakaran lahan, sedimentasi lahan, dan bencana-bencana lainnya, jika terus terjadi entah apa jadinya hutan Indonesia di masa yang akan datang.

Hutan gundul, lalu apa yang akan diwariskan buat anak cucu

Kasian anak cucu kita kelak jika hutan Indonesia yang dari dulu selalu kita banggakan akhirnya hilang dan jadi tanah tandus tak berarti, apakah ini yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita kelak?? tentu saja tidak bukan, maka dari itu menjaga hutan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. 



Yayasan Doktor Sjahrir merupakan salah satu yayasan yang memiliki gagasan untuk berperan aktif menjaga hutan dan kelestariannya, Yayasan yang mengusung misi sosial dari almarhum Dr Sjahrir, bergerak dilintas sektor termasuk bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, Yayasan ini memiliki kantor yang terletak di Jalan Sukabumi No. 15, Menteng, Jakarta, email: sekretariat@yayasandoktorsjahrir.id 

Pemateri pada Forest Talk With Blogger
Berbagai macam cara dilakukannya untuk menjaga hutan dan kelestariannya yaitu salah satunya adalah dengan mengadakan Forest talk with blogger, kenapa harus blogger? Di era digital zaman sekarang ini blogger atau nara blog memiliki pengaruh yang cukup kuat di dunia informasi, pasalnya banyak blogger yang memiliki basis masa yang mampu memberikan dampak yang cukup signifikan dalam penyampaian informasi dan mempengaruhi publik mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan serta melindungi hutan dari deforestasi dan konversi hutan.
Yayasan Doktor Sjahrir berkerjasama dengan the Climate Reality menghadirkan forest talk yang sudah diselenggarakan diberbagai kota yang ada di Indonesia, dan Kalbar atau lebih tepatnya Kota Pontianak pun kebagian disambangi dalam Program forest talk with blogger kali ini.
Beruntung sekali saya dapat mengikuti Forest talk ini pasalnya bincang-bincang mengenai hutan dan dampak dari deforestasi ini yang di isi oleh para pakar yang sangat berkompeten di bidangnya, sebut saja :
  • - Dr. Amanda Katili Niode - The Climate Reality Indonesia
  • - Dr. Atiek Widayati - Yayasan Tropenbos Indonesia
  • - Dito Renaldi - APP Desa Makmur Peduli Api Kalbar


Dr. Amanda Katili Niode saat menyampaikan materi
Dr. Amanda Katili Niode memaparkan materi yang berfokus kepada penjelasan gas-gas emisi rumah kaca yang berpengaruh terhadap perubahan iklim Indonesia, dan dunia, emisi rumah kaca ini banyak disebabkan oleh berbagai faktor seperti :

  • - Banyaknya sampah plastik sekali pakai
Setiap tahunnya sebanyak 1 triliun kantong plastik sekali pakai digunakan diseluruh dunia

  • - Buangan gas dari kendaraan bermotor dan pabrik
Jutaan mobil dan pabrik yang beroperasi di seluruh dunia sedikit banyak mampu meningkatkan emisi rumah kaca dengan sangat signifikan.

  • - Kebakaran hutan dan lahan
Hutan kaitannya sangat erat dengan gas-gas emisi rumah kaca, karena akibat penebangan hutan atau kebakaran hutan meningkatkan emisi rumah kaca.

1 trilliun sampah digunakan diseluruh dunia dan menjadi sampah?

Akibat dari gas-gas emisi rumah kaca ini sangat mengerikan, bencana alam dan perubahan iklim pun terjadi, seperti yang pernah terjadi di Amerika dengan cuaca super dingin, sedangkan disudut lain dunia tepatnya di Australia cuaca ekstrim juga terjadi yaitu hawa panas yang teramat sangat, kedua bencana akibat perubahan cuaca ini merenggut banyak korban jiwa.
Di Indonesia sendiri sebanyak 2481 bencana telah terjadi dan mengakibatkan 10 juta penduduk mengungsi dan menderita, selain itu akibat dari emisi rumah kaca ini juga bisa terlihat dengan naiknya tinggi muka air laut, suhu global meningkat, samudera memanas, dan masih banyak lagi bukti dari akibat emisi rumah kaca ini.
Untuk mengatasi perubahan iklim akibat emisi rumah kaca bisa dilakukan melalui Mitigasi dan Adaptasi, salah satu contohnya adalah dengan memperlambat perubahan iklim dengan cara mengurangi gas-gas buangan hasil aktifitas manusia.


Pemateri berikutnya yaitu Dr. Atiek Widayati yang memaparkan mengenai kehutanan, hutan selalu terkait dengan isu yang terdiri dari deforestasi hutan, degradasi hutan, dan konversi hutan,Deforestasi - perubahan permanen areal berhutan menjadi tidak berhutan, sedangkan degradasi hutan - penurunan kualitas hutan, sedangkan konversi hutan adalah pemanfaatan hutan yang berupa penembangan hutan baik itu oleh perusahaan besar maupun masyarakat sekitar.

Dr. Atiek Widayati saat memaparkan materi tentang kehutanan
Deforestasi, Degradasi, dan konversi hutan berdampak pada menurunya penyerapan co2 oleh biomasa hutan, terjadinya sedimentasi di pesisir yang menganggu biota laut, selain itu juga mampu menyebabkan terjadinya bencana kebakaran dan kabut asap terutama untuk lahan gambut.
Mengembalikan fungsi hutan akibat konversi bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti :
  • - Menjadikan lahan bekas konversi sebagai lahan pertanian atau perkebunan
  • - Melakukan penghijauan kembali lahan bekas konversi
  • - Mendukung produksi kayu yang berkelanjutan 

Di akhir pemaparannya ibu Atiek mengungkapkan bahwa hutan dan lansekapnya merupakan satu kesatuan yang tak bisa terpisahkan yang artinya isu dan permasalahan hutan terkait dengan semua unsur lapisan masyarakat.



Manfaat dari menanam berbagai macam pohon sangat berguna selain bisa dimanfaatkan untuk dimanfaatkan buah-buahannya, selain itu banyak pohon yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi :
  1. 1. Sumber serat
  2. 2. Sumber perwarna alam
  3. 3. Bahan kuliner
  4. 4. Sumber kuliner
  5. 5. Sumber furniture
  6. 6. Sumber Barang Dekorasi dan,
  7. 7. Sumber Minyak atsiri
Selain itu hasil hutan dan alam juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan yang tentunya menghasilkan manfaat ekonomi terutama untuk ekonomi kreatif, dan hasil alam hutan Kalimantan Barat sangat kaya dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghasilkan produk-produk olahan yang kreatif dan memiliki daya guna yang sangat meningkatkan value dari bahan-bahan yang digunakan.
Berikut ini beberapa hasil olahan dengan memanfaatkan hasil hutan dan alam :

Alat masak dari kayu sisa olahan
  
Mentega tengkawang dari Sintang

Produk-produk olahan yang manfaatkan hasil alam

Kain olahan memanfaatkan hasil hutan
Totebag yang menggunakan pewarna alami dari alam



Materi terakhir dipaparkan oleh Pak Ditto Renaldi yang menjelaskan mengenai program Desa Makmur Peduli Api (DPMA) Region Kalbar yang merupakan program dari APP Sinarmas yang merupakan salah satu perusahaan yang termasuk ke dalam grup Sinarmas.

Pak Ditto Renaldi memaparkan program DMPA
Makna dari Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) ini merupakan memberikan bantuan untuk mengurangi pembakaran lahan yang dikarenakan oleh ladang berpindah oleh masyarakat, APP Sinarmas pun memberikan bantuannya dengan berbagai ilmu, informasi, dan penyuluhan untuk mengubah gaya berladang masyarakat di tepian hutan yang selalu melakukan pembakaran lahan.
Hasilnya adalah pada tahun 2017 yang lalu program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) ini berhasil mendapatkan penghargaan program Kampung Iklim Utama 2017 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang membuktikan bahwa pola berladang berpindah dengan melakukan pembakaran lahan oleh masyarakat bisa dikurangi dan diubah.


Dengan banyaknya materi yang disampaikan tentunya mampu membuka pikiran saya, dan sebagai seorang blogger saya pun merasa terpanggil untuk meyampaikan betapa pentingnya bagi kita untuk menjaga hutan, dan mengurangi gas emisi rumah kaca yang sangat berbahaya yang bahkan sudah mengubah cuaca dunia secara signifikan.
Dengan mengikuti forest talk selain menambah ilmu pengetahuan dengan segala pemaparan materi dan bincang-bincangnya, namun juga mampu menghadirkan sebuah acara yang bermanfaat yang meningkatkan awarness kita terutama para blogger tentang segala macam isu mengenai hutan, dan diharapkan para narablog ini mampu menyebarkan pengetahuan dan informasi mengenai segala macam hal dan isu yang terkait tentang hutan kepada masyarakat, sehingga seluruh lapisan masyarakat jadi termotivasi untuk menjaga hutan, untuk info lebih lanjut kalian bisa mengunjungi laman Lestari Hutan dan laman Yayasan Doktor Sjahrir, baiklah semoga sedikit kisah saya mengenai hutan, gas emisi rumah kaca, dan forest talk bermanfaat bagi kita semua.

You Might Also Like

0 komentar:

Silahkan berkomentar dengan bijak dan dilarang keras untuk mencaci maki, karena apa? disini kita mencari teman bukan mencari lawan maupun musuh.
Jangan lupa gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan, karena rasa bahasa kita tak sama jangan sampai menimbulkan perbedaan makna persepsi.